Baru-baru ini, masyarakat kembali dihebohkan dengan kasus bunuh diri yang menimpa kalangan artis di dunia hiburan Korea. Faktanya, kasus bunuh diri terjadi di seluruh dunia, menimpa individu dari semua bangsa, budaya, agama, jenis kelamin, dan kelas tanpa pandang bulu.

Banyak hal yang dapat mengakibatkan terjadinya kasus bunuh diri, bahkan di beberapa negara, bunuh diri sudah dianggap sebagai hal yang lumrah atau lazim, lho. Berikut deretan negara dengan tingkat bunuh diri paling tinggi di dunia!

1. Korea Selatan

 


Bunuh diri dianggap hal yang sudah umum dilakukan masyarakat Jepang, sehingga memicu banyak orang mengakhiri hidup setelah pensiun.
Hutan Aokigahara, di kaki Gunung Fuji di Jepang, merupakan salah satu tempat iconic untuk bunuh diri, ratusan orang pergi ke sana setiap tahun untuk mengakhiri hidup. 

Kasus bunuh diri di Jepang sudah berasa pada tingkat krisis, meskipun berbagai cara sudah dilakukan pemerintah Jepang untuk mengurangi fenomena bunuh diri di Negeri Sakura. Mayoritas pelaku bunuh diri berada di kalangan pria berusia 20-44 tahun dan di kalangan wanita berusia 15-34 tahun. 

Omoto Honoka
source: republika.co.id

Dalam budaya Jepang, bunuh diri, dalam beberapa keadaan, telah lama dipandang sebagai cara terhormat untuk mati, seperti dalam bidang militer. Selain itu, pria Jepang  memiliki kecenderungan bunuh diri dua kali lebih besar dibandingkan wanita, terutama setelah perceraian.

Baru-baru ini kasus bunuh diri juga mulai marak di kalangan pria yang kehilangan pekerjaan dan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Pemikiran telah mempermalukan keluarga akibat telah kehilangan pekerjaan, memunculkan pandangan bahwa bunuh diri adalah solusi terhormat dari permasalahan tersebut.

baca juga

2. Jepang

 


Bunuh diri dianggap hal yang sudah umum dilakukan masyarakat Jepang, sehingga memicu banyak orang mengakhiri hidup setelah pensiun.
Hutan Aokigahara, di kaki Gunung Fuji di Jepang, merupakan salah satu tempat iconic untuk bunuh diri, ratusan orang pergi ke sana setiap tahun untuk mengakhiri hidup. 

Kasus bunuh diri di Jepang sudah berasa pada tingkat krisis, meskipun berbagai cara sudah dilakukan pemerintah Jepang untuk mengurangi fenomena bunuh diri di Negeri Sakura. Mayoritas pelaku bunuh diri berada di kalangan pria berusia 20-44 tahun dan di kalangan wanita berusia 15-34 tahun. 

Omoto Honoka
source: republika.co.id

Dalam budaya Jepang, bunuh diri, dalam beberapa keadaan, telah lama dipandang sebagai cara terhormat untuk mati, seperti dalam bidang militer. Selain itu, pria Jepang  memiliki kecenderungan bunuh diri dua kali lebih besar dibandingkan wanita, terutama setelah perceraian.

Baru-baru ini kasus bunuh diri juga mulai marak di kalangan pria yang kehilangan pekerjaan dan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Pemikiran telah mempermalukan keluarga akibat telah kehilangan pekerjaan, memunculkan pandangan bahwa bunuh diri adalah solusi terhormat dari permasalahan tersebut.

3. China

 



Tak hanya wanita, masyarakat pedesaan China berpotensi 5 kali lebih besar dalam melakukan bunuh diri dibandingkan masyarakat perkotaan. Hal ini dipicu oleh kurangnya perawatan kesehatan mental, juga stigma negatif yang terkait dengan penyakit mental (seperti skizofrenia), kemiskinan, serta terbatasnya pendidikan di desa. Namun, belum ada angka statistik yang tepat karena minimnya studi tentang bunuh diri yang dilakukan oleh pemerintah China. Kebanyakan upaya bunuh diri di China dilakukan dengan konsumsi pestisida atau racun lainnya.

Beautynesian, bunuh diri adalah penyebab kematian nomor lima terbesar di China dan menempati porsi seperempat dari kasus bunuh diri di seluruh dunia. Berbeda dengan banyak negara barat, di mana pria lebih cenderung melakukan bunuh diri, sebagian besar korban bunuh diri di China justru adalah wanita.

Perkembangan ekonomi China yang begitu drastis, telah melahirkan kemandirian yang lebih besar bagi wanita. Wanita China semakin berani mengambil keputusan untuk bercerai sebagai cara mengatasi kekerasan dalam rumah tangga.

Image result for chinese celebrities suicide
source: forbes/Kimi Qiao Renliang bunuh diri

Namun faktanya, perceraian mengharuskan wanita bekerja berjam-jam sambil membesarkan anaknya seorang diri, bahkan seringkali tanpa mendapat dukungan keluarga. Hal inilah, yang lambat laun menimbulkan hilangnya kesehatan mental wanita China, yang berujung pada keputusan untuk bunuh diri.

baca juga

4. Swedia

 

Swedia memiliki tingkat bunuh diri yang sangat rendah, tetapi perhitungan masih menjadi kontroversi karena adanya kebijakan buhun diri legal apabila dibantu oleh dokter, dan ini tidak termasuk dalam statistik bunuh diri. Pada 2012, Swedia hanya melaporkan 12 kasus bunuh diri dari 100.000 orang.

Dari segi historis, Swedia memiliki tingkat bunuh diri yang tinggi, dengan kasus bunuh diri terbanyak di negara maju selama tahun1960-an. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh musim dingin yang panjang dan gelap, khususnya di wilayah utara.

Tragic: Avicci's family told how they were grateful for the privacy
source: standard.co.uk/DJ swedia Avicci bunuh diri

Musim dingin yang gelap (20 jam kegelapan atau lebih setiap hari) di beberapa daerah, dapat menyebabkan seasonal affective disorder (SAD), yaitu suatu bentuk depresi dan ini memiliki korelasi dengan tingkat bunuh diri yang lebih tinggi. Namun, pemerintah telah berupaya menurunkan krisis kesehatan mental hingga saat ini sehingga kasus bunuh diri pun dapat menurun drastis.

Wah, mengerikan ya! Gimana tanggapan Beautynesia tentang kasus bunuh diri tersebut?